11 Caro Cadiak, Pandai pandeka.api@gmail.com Angko-angko agak bara -

Cerita di Balik Kata, Kisah di Balik Bahasa

Kamis, 22 September 2016

MK - 17

Penerjemah: Fireshina
--------------------------------
Chapter 17 – Apakah Kamu Percaya Aku Adalah Tabib Ajaib?

Xiao Che sudah tahu apakah tenaga dalam Xia Qingyue benar-benar di Tenaga Dalam Kelas Dasar tingkat sepuluh atau tidak, tapi tentu saja Xiao Yulong tidak tahu. Xia Qingyue sudah sangat marah dan sekarang memakai paling tidak tujuh puluh persen tenaga dalamnya. Melihat Xiao Yulong yang tergeletak di tanah, Xia Qingyue menarik telapak tangannya dan dengan tak acuh mengatakan: "Sepertinya Tuan Muda Xiao tidak terlalu hebat dalam bertukar jurus, tolong pergilah."

Tergeletak di tanah, Xiao Yulong tertegun... Awalnya dia percaya dengan tenaga dalamnya yang berada di Tenaga Dalam Kelas Raga tingkat tiga, mengambil kesempatan pada Xia Qingyue akan sangat mudah. Dia tidak pernah berpikir bahwa saat bertukar jurus, dia akan berakhir di tanah dengan sekujur tubuhnya babak belur tanpa dapat melakukan perlawanan sedikitpun. Xiao Yulong menatap dua giri serinya yang telah jatuh di depannya dengan sangat syok.

Xiao Yulong segera bangkit, wajahnya berkedut. Xiao Yulong sadar akan penampilannya sekarang yang babak belur. Bahkan dapat dikatakan bahwa dengan statusnya sebagai tuan muda Klan Xiao, dia tidak pernah mengalami keadaan yang memalukan ini.. dan juga di depan wanita yang paling ia kagumi dan inginkan. Namun, dia tetaplah seorang tuan muda. Xiao Yulong menelan darah yang ada di mulutnya secara paksa, wajahnya memperlihatkan senyuman yang ramah dan elegan: "Tenaga Dalam Kelas Dasar tingkat sepuluh milik Nona Xia memang layak atas reputasinya. Tadi aku tidak terlalu serius saat mengetesmu dan agak meremehkanmu. Sekarang, Nona Xia harus memperhatikan dengan baik.”

Dengan dua gigi depannya lepas, perkataan Xiao Yulong diselingi suara siulan angin. Setelah  mengatakannya, Xiao Yulong mengangkat tangannya dan menggerakkan semua tenaga dalamnya... Xiao Yulong dengan naifnya percaya satu-satunya alasan dia kalah tadi karena dia bertindak dengan ceroboh, di lain pihak Xia Qingyue telah melawannya dengan kekuatan penuh. Dengan kekuatannya yang berada di Tenaga Dalam Kelas Raga tingkat tiga, bagaimana mungkin dia tidak bisa menangani Xia Qingyue yang berada di Tenaga Dalam Kelas Dasar tingkat sepuluh?!

Xiao Yulong berjalan ke depan. Setelah tiga langkah, kedua tangannya secara bersamaan maju untuk memeluk tangan Xia Qingyue. Tindakan Xiao Yulong membuat Xia Qingyue semakin membencinya. Kesabaran Xia Qingyue habis, dia mengayunkan tangan kanannya secara tiba-tiba, lengan baju merahnya ikut berkibar.  Embusan tenaga dalam yang membawa sedikit rasa dingin menyapu wajah Xiao Yulong.

Di dalam embusan tenaga dalam ini tidak terdapat sedikitpun Seni Awan Beku, tapi masih saja bukan sesuatu yang Xiao Yulong dapat tangani.

Dengan suara *peng*, pipi kanan Xiao Yulong masuk ke dalam dan seluruh tubuhnya terpental ke belakang. Dia berputar di udara paling tidak tujuh atau delapan kali sebelum mendarat dengan keras di luar halaman.  Tiga gigi Xiao Yulong yang berdarah juga lepas, dua diantaranya menusuk wajah Xiao Yulong.

 “Pertukaran jurus sudah selesai, aku tidak akan mengantarmu keluar.” Xia Qingyue sedikitpun tidak meliriknya, suaranya yang seperti peri sangat dingin.

Seluruh wajah kanan Xiao Yulong memerah, seperti dilumuri darah. Saat ini, bahkan jika Xiao Yulong adalah orang bodoh, dia akan tetap sadar bahwa kekuatannya yang berada di Tenaga Dalam Kelas Raga tingkat tiga dari awal masih tidak cukup di hadapan Xia Qingyue. Xiao Yulong menahan rasa sakit wajah kanannya dan memandang Xia Qingyue dengan penuh rasa takut. Bernafas dengan keras, Xiao Yulong dengan sempoyongan berjalan pergi tanpa sepatah kata.

Xiao Yulong sampai di ruang pengobatan dan saat dia akan masuk, dia melihat Xiao Che keluar, tangan kirinya memegang panci berisi obat dan di tangan kanannya sebuah paket. Saat melihat Xiao Yulong, Xiao Che segera menyapanya dengan ramah: “Saudara Yulong, kenapa kamu datang kesini? Aiya! Saudara Yulong, wajahmu... apa... apa yang terjadi?”

Melihat Xiao Che, Xiao Yulong mencengkam giginya, dengan tak acuh mendengus, dan segera masuk ke ruang pengobatan. Tak lama kemudian, teriakan  Xiao Gu, ketua tabib klan Xiao, dapat terdengar dari dalam. “Tuan muda... s... siapa yang telah berani melakukan hal yang keji ini kepadamu?!”

 “Tak masalah... Saat aku berlatih di belakang gunung, aku tidak berhati-hati dan terjatuh...” Suara Xiao Yulong jelas-jelas diselimuti rasa sakit. Tentu dia tidak akan mengaku jika keadaannya yang sekarang disebabkan karena dia diberi pelajaran oleh Xia Qingyue karena telah mencoba mengambil kesempatan padanya.

 “Bagaimana bisa ini tak masalah?! Tulang pipimu remuk, kau telah kehilangan lima gigi, dan tiga lagi patah menjadi setengah.  Tak ada satupun yang bisa tumbuh kembali...”
Xiao Che belum berjalan terlalu jauh. Suara yang terdengar di telinganya membuatnya merinding.

Wanita ini... tindakannya terlalu kejam!

Bubuk Pembunuh Jantung yang telah membunuhnya kemungkinan besar datang dari Xiao Yulong. Semula, Xiao Che ingin meminjam kekuatan Xia Qingyue untuk memberi Xiao Yulong sedikit pelajaran... tapi bagaimana bisa hal ini disebut pelajaran? Itu lebih cocok disebut memukulinya sampai sekarat!

Mengingat bagaimana Xiao Che menggunakan kakeknya sebagai tameng untuk menggandeng tangannya di pagi hari tadi, Xiao Che berkeringat dingin.

Saat Xiao Che kembali ke halamannya, Xia Qingyue dengan tenang berdiri di tengah-tengah halaman. Melihat Xiao Che kembali, dia dengan tak acuh berkata. “Xiao Yulong tadi datang.”
 “Oh, iya, Aku tahu. Aku tadi melihatnya di ruang pengobatan.” Xiao Che dengan hati-hati melirik ekspresi Xia Qingyue sebelum menjawab.

Xia Qingyue tidak lagi memperhatikannya. Dia menutup matanya pelan-pelan dan sebuah lapisan udara dingin mengelilingi tubuhnya.

 “Qingyue istriku, bolehkah aku bertanya suatu hal?” Xiao Che membuka mulutnya untuk bertanya sambil berjalan ke depan.

 “?” Xia Qingyue tidak merespon sedikitpun..

“Sebenarnya tenaga dalammu berada di tingkat berapa?” Untuk dapat membuat Xiao Yulong babak belur, paling tidak Xia Qingyue harus berada di Tenaga Dalam Kelas Raga tingkat lima! Berada di Tenaga Dalam Kelas Raga tingkat lima pada usia enam belas tahun... jika hal ini tersebar, Kota Awan Apung akan benar-benar geger.

Xia Qingyue masih tidak merespon. Sepertinya dia tidak ingin menjawab pertanyaan Xiao Che.
Wajah Xiao Che penuh dengan kemurungan karena telah diabaikan. Melihat penampilan Xia Qingyue, dia sepertinya sedang berlatih jurus khusus Kayangan Awan Beku, yaitu Seni Awan Beku. Xiao Che berhenti bicara. Setelah meletakkan barang-barang yang ada di tangannya ke bawah, Xiao Che menyandarkan tubuhnya, menyilangkan tangannya di depan dada, dan dengan santai memandangi Xia Qingyue.

Xiao Che memandanginya sampai seperempat jam berlalu.

Dulu, biasanya Xia Qingyue selalu berada di kamarnya. Sambil berlatih Seni Awan Beku, selain gurunya yang kadang-kadang memberinya petunjuk, sisa waktunya ia habiskan sendirian, tanpa seorangpun yang mengganggunya.. apalagi seorang pria yang terus memandanginya.

Meskipun Xia Qingyue dengan tenang berdiri dan matanya tertutup, sungguh berkonsentrasi dalam berlatih dengan Seni Awan Beku beredar di tubuhnya, dia masih bisa merasakan Xiao Che yang berdiri disana, memandanginya. Terlebih lagi Xiao Che terus memandanginya... pandangan Xiao Che tidak pernah meninggalkannya bahkan untuk sesaat. Pandangan Xiao Che yang tajam lagi dan lagi menyapu bersih setiap bagian tubuhnya, membuat hatinya tidak bisa tenang.  Seluruh tubuhnya merasa tidak nyaman... Bagaimanapun juga, dia masih enam belas tahun. Untuk mengharapkan hatinya benar-benar seperti air yang tenang, itu terlalu berlebihan.

Setelah seperempat jam penuh, Xiao Che masih berdiri disana, pandangannya tidak lepas dari Xia Qingyue. Akhirnya Xia Qingyue tidak dapat menahan dirinya lagi dan membuka matanya yang indah untuk menatapnya, dengan dingin berkata: “Apa yang kamu lakukan, selalu memandangiku?”

 “Menunggumu untuk mau bicara denganku,” Xiao Che membalasnya dengan polos.

 “......” Xia Qingyue merasa ingin membunuh seseorang.

 “*Uhuk-uhuk* Sebenarnya, aku memiliki sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan denganmu. Tapi aku takut mengganggu latihanmu, jadi aku hanya bisa menunggu.” Xiao Che bangun, ekspresinya jujur.

 “... Ada apa?” tanya Xia Qingyue, dengan kuat menahan rasa amarahnya.

 “Umm, begini.” Ekspresi Xiao Che menjadi serius. Dia mengambil beberapa langkah kedepan sampai dia berdiri di hadapan Xia Qingyue, dan dengan penuh percaya diri berkata: “Dini hari tadi, saat aku menggandeng tanganmu... ah, ah! B,berhenti! Aku bicara mengenai sesuatu yang serius, sesuatu yang serius!” Melihat Xia Qingyue tiba-tiba mengeluarkan hasrat membunuhnya, Xiao Che dengan cepat mundur beberapa langkah, wajahnya penuh dengan kewaspadaan.. Keadaan Xiao Yulong yang sangat menyedihkan tadi bisa menjadi contoh... namun saat melihat Xia Qingyue tidak melakukan apapun pada Xiao Che, Xiao Che sedikit bernafas dengan lega dan melanjutkan: “Saat aku menggandeng tanganmu, aku merasakan denyut nadimu dan menemukan suatu masalah yang besar. Masalah yang sangat besar.”

Perkataannya tidak membuat pandangan Xia Qingyue bimbang sedikitpun... dari awal, Xia Qingyue tidak percaya padanya.

Meskipun Xia Qingyue merasakan Xiao Che diam-diam mengecek denyut nadinya saat menggandengnya pagi tadi, bagaimana bisa laki-laki dari keluarga Xiao yang dianggap lemah oleh seluruh Kota Awan Apung tahu sesuatu tentang denyut nadi?

Namun perkataan Xiao Che selanjutnya membuat Xia Qingyue sedikit gemetar.

 “Bukankah kamu bangun setiap hari jam 3 pagi? Dan bukan hanya itu, setiap setengah jam, seluruh tubuhmu akan sangat dingin, dan empat anggota tubuhmu nyeri.”

Pandangan Xia Qingyue bimbang, tanpa sadar bertanya, “Bagaimana kamu tahu?”

Xiao Che melanjutkan pembicaraannya. “Dan juga, setelah berlatih Seni Awan Beku, setiap kali tenaga dalammu menerobos kemacetan, dua atau tiga hari selanjutnya, bukankah benar sekujur tubuhmu akan sangat dingin, empat anggota tubuhmu nyeri, dan kamu tidak bisa makan ataupun tidur dengan santai?

Pandangan Xia Qingyue lagi-lagi bergetar.. karena apa yang baru saja Xiao Che katakan tidaklah salah sedikitpun!

 “Dan juga...” Kaki Xiao Che bergerak lurus menuju ke arah pintu halaman. Setelah setengah badannya berada diluar pintu dia mengatakan dengan wajah yang serius : “Terakhir kali kamu.. umm..... datang bulan,  bukankah sudah telat sekitar tujuh atau delapan hari?”

Xia Qingyue, “@#%......”

Hanya saat Xiao Che tidak merasakan hasrat membunuh dari Xia Qingyue, Xiao Che dengan hati-hati kembali masuk ke halaman: “Apa kamu percaya padaku sekarang?”

 “Bagaimana kamu tahu semua ini?” Alis Xia Qingyue menunduk saat bertanya.

 “Dari denyut nadimu!”

 “Kamu bisa mengukur denyut nadi?”

 “Apakah kamu percaya jika aku bilang aku adalah tabib ajaib?” tanya Xiao Che penuh kejujuran.

 “Jika kamu cuma ingin bercanda, pergilah cari bibi kecilmu.” Xia Qingyue meliriknya tanpa ekspresi.

Tentu saja, Xiao Che tidak mengira Xia Qingyue akan mempercayainya. Itu akan lebih aneh jika Xia Qingyue malah mempercayainya: “Semua itu gejala-gejala yang serius. Kamu tidak ingin tahu cara menyembuhkannya?”

 “Tidak perlu.” Xia Qingyue mengeluarkan suara yang dingin “Seni Awan Beku adalah jurus khusus dari Kayangan Awan Beku, sederhana tapi tidak ada habisnya. Setelah kamu berlatih Seni Awan Beku, seluruh tubuhmu akan kesulitan menyesuaikan diri dengan udara dingin dan akan menunjukkan efek negatif. Di Kayangan Awan Beku, hal ini sangat umum dan diketahui oleh seluruh murid. Bahkan semua guru dan leluhur para guru mengalaminya. Setelah Seni Awan Beku berhasil dilatih ke suatu tingkat, efek negatif tersebut akan hilang dengan sendirinya.”

 “Ya, benar, apa yang kamu katakan tidaklah salah.” Xiao Che mengangguk dengan penuh pertimbangan dan berkata dengan tertawa kecil: “Tapi akhirnya aku paham kenapa Kayangan Awwan Beku melatih untuk melarang emosi dan menahan nafsu.. karena bahkan jika wanita dari Kayangan Awan Beku mempunyai kekasih, mereka tidak bisa mempunyai anak. Jika hal ini tersebar, akan menjadi sangat berbahaya bagi prestasi Kayangan Awan Beku. Akan lebih baik jika melarang murid dari Kayangan Awan Beku mempunyai kekasih dan pada saat yang sama, dapat menyembunyikan rahasia yang cukup memalukan ini.”

Alis Xia Qingyue tiba-tiba miring dan pandangannya menjadi dingin. Untuk pertama kalinya, Xia Qingyue benar-benar marah pada Xiao Che: “Diamlah! Aku bisa tahan dengan omong kosongmu... tapi aku tiadk akan membiarkanmu menghina perguruanku! Jika kamu tetap melanjutkannya, aku tidak akan memaafkanmu!”

Sekarang, Xiao Che yang sebelumnya penuh dengan kewaspadaan dan rasa takut, menjadi tidak takut sedikitpun. Malah, dia sedikit tersenyum dan dengan santai mengatakan: “Apakah aku benar atau salah, aku sangat tahu. Aku juga bisa memberi tahumu.. semakin kuat tenaga dalam seseorang, semakin panjang juga batas usianya. Tapi, berdasarkan denyut nadimu, aku sangat yakin batas usia anggota dari Kayangan Awan Bekumu sepertiga lebih sedikit dari seseorang yang berada di tenaga dalam yang sama, atau bahkan lebih sedikit!

 “Apakah aku benar atau salah?”

Perkataan Xiao Che terdengar seperti sambaran petir bagi telinga Xia Qingyue dan membuat kedua matanya yang indah untuk terbuka lebar untuk sekejap.

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapanmu!

Kesulitan Membaca di Blog Ini?

Bagi kamu yang kesulitan membaca dengan format yang sekarang dan ingin mengubahnya atau mau lebih nyaman lagi, bisa klik alamat ini untuk tahu caranya.

Ingin Gabung?

Jika ada yang ingin bergabung sebagai penerjemah atau penyunting, baik itu untuk proyek yang ada atau pun proyek milik sendiri/baru, silakan hubungi kami.

Populer Seminggu Ini

Diubah oleh Pandeka Api. Diberdayakan oleh Blogger.